-->
Masa kecil Sule

Masa kecil Sule

Masa kecil Sule

Entis Sutisna, atau yang di kenal Sule adalah seorang komedian multi talenta. Memulai karir dari Akademi Pelawak Indonesia, Opera Van Java, Ini Talk Show dan juga masih banyak acara lawakan yang dia lakoni. Dibalik ketenaran dan kesuksesannya di dunia hiburan, sebenarnya Sule waktu kecil sudah memperoleh pengalaman kehidupan yang sangat menginspirasi kita semua. Dalam wawancara dengan Deddy Corbuzier, terungkap masa kecil Sule yang jarang diketahui kalayak ramai.
saleem iklim meninggal dunia
Waktu kelas tiga SD Sule sudah cari duit sendiri untuk jajan dengan jualan permen karet, dia biasa bawa dua box permen karet dari ayahnya, kemudian di jual disekolah dengan meletakkan dimeja-meja. Bukannya ayahnya tidak mampu, keluarganya masih termasuk mampu untuk makan sehari-hari, tapi memang bukan orang yang benar-benar mampu. Karena untuk membeli keinginan seperti sepeda Sule harus berusaha sendiri. Dan pengalamannya sering dibelikan sepeda bekas kemudian dijual lagi oleh ayahnya kerena mendapatkan keuntungan. Dan itu tidak hanya sekali, bahkan sampai lima kali. Dan secara tidak langsung itu membentuk ke ahlian Sule dalam berusaha mencari uang.
Waktu kelas lima SD sule sudah mengamen ke kampung-kampung dengan keponakannya, dan dia lakukan sampai dia SMP. Semua dia lakukan untuk mencari uang.
Cara meringankan kopling mobil avanza
Ayahnya sule adalah tukang bakso, ibunya jualan di warung. Sule selalu membantu ayanya dari mulai mengiris bawang, seledri dan juga belanja di pasar, sampai-sampai semua pedagang kenal dengan Sule.
Dia mengatakan bahwa ayahnya galak kalau dia membuat kesalahan,contohnya seperti berantem. Walaupun yang salah bukan dia, tapi tetap Sule yang dipukul. Dan tidak main-main dipukulnya pakai rutan, sapu lidi atau sarung yang digulung dan dalamnya ada batu. Walaupun demikian dia tidak dendam dengan ayahnya. Namun waktu itu sempat juga merasa dendam, sehingga dia kadang tidak pulang bahkan sampai tiga atau empat bulan baru pulang. Dari sanalah mentalnya di asah, ketika hidup dijalanan.
Yang lucu Sule pernah ketahuan mabok pas waktu Idul Adha, dia dihajar habis-habisan (di didik) oleh ayahnya. Sehingga Sule walaupun hidup di jalan tidak melakukan hal-hal yang dilarang. Itu semua karena didikan ayahnya yang keras. 
Kenapa Sule bisa jadi komedian, padahal dia dari keluarga pedagang. Ternyata bakat itu ada dari ayahnya, yang ternyata juga senang membanyol atau suka bercanda. Sehingga Sule juga suka bercerita lucu kepada teman-temannya. Karena melihat respon temannya yang antusias dengan lawakanya yang lucu. Sehingga Sule akhirnya suka cerita lucu kepada teman-temannya. 
Pengalaman meakai Samsung M31 selama sebulan
Pergaulan luas dan tidak hanya dengan teman sebaya tapi dengan orang yang beragam profesi contohnya seperti tukang becak, tukang ojek, pemuda karang taruna dan lainnya. Sehingga wawasan ceritanya luas karena dia mengadopsi dari orang-orang tersebut. Sule selalu kreatif mencari bahan lawakan dari lingkungan sekitar, bahkan dari pembantu maupun anak-anaknya.
Sule awal belajar main gendang dari gurunya yang bernama Uci. Demi bisa bermain gendang Sule selalu mendekati gurunya, karena dia tak punya gendang, dia rela melakukan apapun untuk membantu gurunya.
Sule juga sering di usir ketika mengamen di jalanan atau di rumah-rumah, namun hal itu tidak membuat dia sedih atau berkecil hati. Karena prinsipnya kalau kita tidak tahan mental kita tidak akan bisa meraih kesuksesan.   
Dan hal yang paling harus di lawan adalah malas, karena kelemahan orang zaman sekarang berkarya selalu memandang ada duitnya atau tidak. Itu salah, hal itu akan membuat orang maju mundur atau ragu  dalam berkreasi. Yang penting adalah berkarya. Karena tidak ada keberhasilan tanpa proses.
Jadi keberhasilan Sule dalam dunia hiburan, penuh perjuangan yang keras dan liku-liku, berapa kali casting di tolak. Hingga akhirnya dia diterima di API, dan tetap eksis didunia hiburan hingga saat ini. Dan konon, Sule adalah salah satu pelawak dengan bayaran termahal.



Serba-serbi, 
Buka Komentar

Tidak ada komentar