Kenapa Shalat sunah boleh di Hijr Ismail, sedang shalat Fardhu tidak dibenarkan [Ustad Abdul Somad]

Kenapa Shalat sunah boleh di Hijr Ismail, sedang shalat Fardhu tidak dibenarkan [Ustad Abdul Somad]

Kenapa Shalat sunah boleh di Hijr Ismail, sedang shalat Fardhu tidak dibenarkan [Ustad Abdul Somad]

Bangunan Ka'bah itu segi empat. Mau ditambah kurang bahannya. Maka dibuatlah tembok saja, tembok dalah bahasa Arab "Hijr". Sedang yang membangun adalah Nabi Ismail, maka disebut Hijr Ismail. Rahmat Allah dengan kurangnya bahan itu, sehingga orang yang Shalat dalam Hijr Ismail sama dengan Shalat di dalam Ka'bah. Karena Hijr Ismail termasuk dalam bagian Ka'bah, maka orang yang Tawaf tidak boleh memotong jalan lewat dalam Hijr Isnail. 
Kenapa Shalat Fardhu tidak boleh, kalau ada orang Shalat di dalam Ka'bah (Hijr Ismail), Maka dia sama dengan mendahului Imam, sedang imam dibelakang. Berbeda dengan Shalat Sunat, kita tidak mengikut Imam sehingga boleh di dalam Hijr Ismail. Demikian Jawaban UAS.

Serba-serbi, 
Buka Komentar

No comments