cara mengisi tinta spidol boardmarker

cara mengisi tinta spidol boardmarker

cara mengisi tinta spidol boardmarker

Di zaman sekarang para pendidik baik itu dosen, guru, dan pengajar lainnya sudah sangat familiar dengan yang namanya boardmarker/spidol. Beda dengan zaman penulis waktu sekolah, alat tulis yang digunakan waktu itu adalah kapur tulis.
Dan sampai penulis menjadi pendidik, sempat juga menggunkan kapur tulis. Jadi penulis merasakan perbandingan menggunakan kapur tulis dan juga boardmarker. 
Kelebihan menggunakan kapur tulis:

  • Murah
  • Kalau kehabisan waktu mengajar tidak mengganggu waktu untuk mengisi, asalkan punya 1 kotak penuh dijamin aman deh…..karena pengalaman dengan boardmarker  walau sudah membawa 2 buah boardmarker waktu di tengah pelajaran tinta habis ita harus mengisi dulu, dan sangat mengganggu.

Kekurangannya :

  • Tulisan kurang jelas
  • Tangan penuh kapur bahkan sampai ke pakaian.
  • Waktu menghapus debunya beterbangan, hampir 1 ruangan menghirup debu kapur, he2.

Nasehat politik bijak
Kalau menggunakan Boardmarker memang banyak kelebihannya, hanya saja  spidol lebih mahal  beserta tintanya. Dan juga mengisinya yang terasa lumayan ribet.
Mengisi tinta boardmarker itu gampang gampang susah, karena terlihat simpel tapi efeknya sangat menyebalkan. Karena tangan bisa hitam dan juga sering mengenai pakaian kita. Itu karena boardmarker terlalu penuh sehingga tinta bocor keluar melewati mata spidol/boardmarker.
Botol tinta boardmarker memang menyediakan corong untuk mempermudah mengisi spidol moardmaker, tapi kelemahannya ketika kita mengisikan tinta, kita tidak bisa mengira/melihat berapa tinta yang masuk kedalam spidol. Sering terjadi kebanyakan tinta yang masuk sehingga spons didalam spidol tidak mampu menyerap tinta yang terlanjur banyak. Atau sebaliknya terlalu sedikit tinta yang masuk sehingga spidol boardmarker cepat habis.
Nah, disini saya akan berbagi tips agar spidol boardmarker terisi sempurna namun tidak bocor karena kelebihan tinta.
1. Mencelupkan spons boardmarker langsung ke botol tintanya.
Ini adalah cara yang paling aman, karena spons hanya akan menyerap sesuai kapasitasnya. Sehingga tidak akan terjadi kebocoran atau kebanyakan tinta. Hanya saja dengan cara ini ibu jari sama jari telunjuk kita akan kena tinta, tapi tenang selama tinta belum kering kalau kita cuci tinta dengan mudah hilang. Yang penting aman, tidak belepotan kemana-mana.
2. Menggunakan suntikan tinta printer.
Menggunakan suntikan tinta printer adalah cara yang paling aman, tangan tidak hitam dan spidol/boardmarker tidak bocor, asalkan ukurannya sesuai. Untuk ukuran yang sesuai bisa mengisi tinta antara 2 - 2.5 ml.
Semoga bermanfaat.....
Serba-serbi, 
This Is The Newest Post
Buka Komentar

No comments