Permasalahan kehidupan dunia

Permasalahan kehidupan dunia

Permasalahan kehidupan dunia

Ketika kita masih anak-anak semuanya akan terasa sangat indah, bermain, bencanda ria, dan melakukan segala hal lumrahnya anak-anak, belum merasakan beban kehidupan. Paling hanya merasakan konflik-konflik kecil antar teman. hal itu akan rasakan berlangsung hingga kita mencapai usia 15 tahun atau diakhir Sekolah Menengah pertama.

Dimulai dari usia 16 tahun, menjelang Sekolah Menengah Atas, masalah mulai bertambah karena itu adalah masa dimana seorang remaja sudah mengenal cinta. Mereka mulai mencari jati dirinya, disini pergaulan sangat berpengaruh terhadap kehidupannya. Ini adalah masa-masa rawan kehidupan para remaja pada umumnya. Permasalahan akan menghampiri sesuai perkembangannya, dimasa ini masalah yang dihadapi adalah percintaan ,persahabatan dan mungkin masalah kehidupan orang tua dirumah. Dimasa ini ini seseorang cenderung ingin cepat menjadi dewasa, karena mereka mengira setelah usia dewasa mereka bisa mendapatkan atau melakukan hal yang dirasakan dan didapatkan orang dewasa. Mereka berangan-angan masa depan yang indah dengan segala mimpi-mimpinya.

Kemudian menjelang usia 19 tahun, dimana seseorang akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Disini masalahnya akan mulai bertambah dengan pusingnya menghadapi tuntutan kuliah. Apalagi yang kuliah diluar kabupaten atau provinsi. Disini seseorang akan merasakan hidup mandiri, mulai dari memasak, mencuci, tugas yang menumpuk, uang yang pas-pasan untuk 1 bulan, belum lagi pacar yang mulai berpaling hati..he... Hal itu akan berlangsung sampai akhir perkuliahan.

Setelah lulus kuliah, sekitar usia 23/24 tahun, permasalahan akan tambah lagi. Disini seseorang mulai sadar bahwa menjadi dewasa itu itu tidak mudah. Masalah yang paling utama adalah masalah pekerjaan. Dan masalah ini menjadi masalah utama para Sarjana. Di usia ini, semua orang akan berpikir untuk menata masa depannya. Orang tua sudah mulai renta, dan sebagian sudah ditinggal orang tua, pekerjaan belum jelas ada, pacar udah minta kawin, kalau tidak akan dikawinkan sama orang lain,,,begitulah  masalah kehidupan...he....

Mencari pekerjaan bagi para sarjana sangat sulit dibanding lulusan SD, karena disini rasa gengsi di dada yang menentukan, karena gengsi itu yang membuat sarjana banyak yang menganggur. Karena mereka akan malu untuk mengerjakan hal serabutan, seperti menjadi kuli, jual sayuran, jual pentol dan sebagainya, hanya serjana yang bermental baja yang bisa melakukannya. Tapi sebaliknya, jika dia bisa kreatif sebenarnya pekerjaan seperti di atas bukan masalah, hanya saja kita perlu lebih kreatif untuk menggubah pekerjaan yang sederhana menjadi luar biasa. Tapi lain cerita klu kita lulus jadi ASN, semuanya akan berbeda.

Setelah melewati jenjang itu, akan tiba masanya dimana kita akan membangun rumah tangga. Ini adalah angan-angan yang di inginkan dari mulai remaja sampai lulus kuliah. Di awal akan terasa membahagiakan, semua terasa indah. Tapi seiring waktu berlalu, masalah ternyata juga menghantui. Dalam masa ini masalah sangat kompleks tergantung individu masing-masing, ada yang masih memikirkan pekerjaan. Ada yang sudah bekerja tapi masih kurang karena kebutuhan bertambah, dan yang paling mengganggu kehidupan adalah masalah perselingkuhan.

Waktu terus berjalan 10 hingga 20 tahun, permasalahan tak kunjung berhenti, ada yang belum mempunyai keturunan, ada yang sudah punya 2 atau 3 anak. Ada yang anak-anak makin dewasa, perlu biaya yang makin meningkat, ditambah lagi kehidupan yang makin hari-makin menuju kepada gaya hidup kunsumtif. Tetangga sudah punya mobil, disebelah rumahnya makin besar dan indah, isteri mengomel terus, minta ini dan itu.....tak jarang orang akan mencari jalan pintas ketika ada kesempatan untuk mendapatkan kehudupan yang mewah.

Namun pada intinya kehidupan itu adalah ujian, kita diuji apakah selalu ingat dengan tujuan kita sebenarnya yaitu akhirat. Namun ketika seseroang sudah istiqamah dengan tujuannya, walaupun di uji dengan berbagai ujian dunia ini baik kesenangan, kesedihan, dan kesusuhan, mereka tetap tenang. Karena mereka yakin semuanya hanya sementara, kesenangan dan kesedihan silih berganti menguji kita. Tidak ada orang yang di uji dengan kesenangan selama 1 bulan penuh dan tidak tidak ada orang yang diuji dengan kesedihan 1 bulan penuh,,,,,kaya puasa aja he.... walaupun mereka dirundung kesedihan berbulan-bulan atau bertahun-tahun, pasti ada walaupun sesaat merasakan sedikit kesenangan.

Begitulah permasalahan hidup yang tidak akan pernah habisnya, walau tiap orang akan berbeda dalam menanggapi dan merasaknnya. Tapi intinya permasalahan dunia tidak akan pernah habisnya sampai kita bertemu Sang Khaliq dan mendapat syurga-Nya. Disanalah segala permasalahan dan penatnya dunia akan berakhir. 


Baca juga Penyebab Kefakiran

Serba-serbi, 

Buka Komentar

No comments