modus penipuan baru belanja di bukalapak

modus penipuan baru belanja di bukalapak

modus penipuan baru belanja di bukalapak

Belanja online memang sangat menyenagkan, karena kita bisa melihat-lihat barang sepuasnya. Eit....tapi cuma melihat-lihat saja ya,  he..., tidak bisa megang barangnya secara real. Semua hanya berdasarkankan photo yang dipasang dan keterangan dari penjual. Kalau si penjual jujur maka kita akan mendapatkan barang sesuai dengan yang di inginkan, tapi kalau si penjual curang sudah tentu kita akan merasa kecewa. Namun, pada kenyataannya penjualan online terbukti makin maju. Lihat saja beberapa situs jual beli online saat ini makin berkembang pesat. Itu karena kemudahan dalam bertransaksi tadi, orang tidak perlu repot-repot jalan ke setiap toko untuk mencari barang yang kadang belum tentu ada. Tentunya mereka akan menghabiskan waktu dan tenaga hanya untuk mencari barang tertentu. Sedangkan banyak pekerjaan lain yang perlu diselesaikan. Lain halnya kalau orang yang kerjanya santai, banyak waktu untuk jalan-jalan tentu lain ceritanya.

Sangat banyak sekali situs penjualan online dari yang menggunakan rekening bersama atau yang transfer langsung ke penjual. Pastinya situs penjualan online dengan menggunakan rekening bersama akan lebih aman karena ada pihak ketiga yang memfasilitasi. 

Baiklah, disini saya akan membahas modus baru penipuan yang terjadi dibukalapak. Yang dimaksud penipuan disini ada beberapa kriteria:

  • Ringan, yaitu barang tidak sesuai gambaran entah itu kurang mulus, sedikit cacat, bahan tidak sama, dan sebagainya.
  • Sedang, yaitu barang tidak berfungsi dengan baik, robek, retak dan sebagainya.
  • Berat, ini yang biasanya disebut penipuan sejati, yaitu kita sudah bayar barang tidak dikirim. Ini terjadi karena keteleduran kita, karena dari sistem bukalapak tidak akan meneruskan transaksi  kalau penjual tidak mengirim barang, tentu uang akan kembali ke pembeli. Namun disini penjual yang curang akan memanfaatkan kelengahan kita dan ketidaktahuan kita tentang seluk beluk sistem onlinenya.


Disini saya akan membahas tentang penipuan ringan yang pernah saya alami.
Pernah saya beli laptop seken yang dijual dibuka lapak, penjual interaktif, mudah diajak chat, photo mulus, keterangan detail dengan kemulusan diatas 98 %. Dan harga sedang untuk barang kemulusan 98%, padahal dilapak lain ada yg agak murah tapi mencantumkan kekurangan sedikit tidak mulus. Singkat cerita traksaksi deal, saya transfer barang dikirm lewat pengiriman yang saya pilih dan sudah terlacak di histori bukalapak sesuai alamat dan jasa pengiriman. Tiga hari kemudian barang tiba, saya ambil sendiri. Pertama melihat box nya saya sudah gelisah karena pesan laptop, tapi kotaknya segiempat berbentuk balok. Karena penasaran langsung saya buka ternyata isinya cuma chargernya saja. Disini saya sudah mulai tidak enak hati, tanpa pikir panjang saya harus komplain di sistem buka lapak karena kalau tidak, transaksi akan selesai karena kita sudah tercatat menerima barang disistem pengiriman. 

Setelah saya komplain, sipenjual langsung chat bahwa laptop dikirim lewat jasa pengiriman lain, dan langsung bertanya kenapa langsung komplain, tidak mengimformasikan dulu kepada dia, karena barangnya sdh dikirim lewat jasa pengiriman lain. Nah...disini yang kita harus hati-hati, karena kalau kita biarkan saja tanpa komplain sambil menunggu laptopnya datang itu akan berisiko. Laptop datang 3 hari kemudian, karena dia mengirimnya tidak bersamaan dengan chargernya. Kalau Laptop datang 3 hari kemudian,  transaksi kita dianggap selesai, karena setelah 3 hari charger di terima tanpa konfirmasi  terima barang di sistem buka lapak akan menganggap tidak ada masalah dan dana di teruskan ke penjual. 

Masalah utamanya adalah kalau transaksi dianggap selesai. Apakah anda yakin yang datang nanti benar-benar laptop?  atau memang laptop tapi barang tidak sesuai gambaran? Dan ternyata saya tertipu walau dalam kategori ringan. Barang yang datang memang laptop tapi kemulusan bukannya 98% kalau menurut saya itu hanya sampai  80% kebawah.
Mungkin orang lain akan berpikir, gak masalah beda 10-20 % kemulusan. Asal barang dikirim dan berfungsi. Tapi bagi saya kejujuranya penjualnya karena kalau hanya mendapatkan barang dengan kemulusan 80% kebawah banyak lapak lain yang murah dan jujur.

Jadi intinya kalau barang dikirim terpisah jangan langsung percaya dan konfirmasi diterima, takutnya barang yang menyusul bukan yang diharapkan atau yang datang Cuma kardus kosong, gimana?
Akhirnya dengan diskusi yang panjang, barang tetap saya terima dengan sedikit potongan harga. Untuk kasus saya ini ada dua kemungkinan. Yang pertama, penjulanya adalah reseller yang tidak melihat barangnya atau yang kedua memang mau menjual barang yang kurang mulus dengan harga mulus. Karena barang tetap dikirm.

Tapi untuk agan-agan semua lebih tentu harus lebih waspada, karena selain dua kemungkinan di atas tidak menutup kemungkinan opsi yang ketiga barang tidak dikirm, bisa kotak kosong, isinya barang rongsokan dan sebagainya. Tentu kita tidak bisa komplain lagi. Sekian.
Semoga bermanfaat.
Buka Komentar

No comments